Team Dynamic: Successful Team Comes from a Happy Team

sumber: https://www.carolinaprofiles.com/hr-support-packages/

Intermezzo

Di masa sekarang, bekerja dalam tim merupakan sebuah keharusan standar yang harus dipenuhi hampir di seluruh sektor industri. Hampir tidak pernah ada lagi pekerjaan yang hanya membutuhkan solo man, mungkin masih ada beberapa pekerjaan. Kemampuan untuk bekerja sebagai tim yang dinamis merupakan menjadi syarat utama di banyak industri, terutama industri teknologi.

Di artikel sebelumnya, saya sudah membuat artikel mengenai agile development, langkah selanjutnya adalah mengetahui hal yang lebih mendasar dalam proses software development, yaitu adalah hubungan internal yang bagus sebagai fondasi dalam agile development. Kuncinya adalah komunikasi yang baik dari tiap anggota tim.

sumber: giphy

Sebagai pengalaman pribadi, pengerjaan proyek PPL ini merupakan pengalaman baru bagi saya sendiri, dikarenakan untuk pertama kalinya saya mengerjakan proyek yang lumayan besar dengan pengerjaannya yang tidak pernah bertemu satu sama lain dikarenakan Pandemi. Kami hanya bekerja melalui daring seperti group chat dan video call meeting. Kedua hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi kami, karena ada beberapa hal yang seperti rasanya kurang untuk bekerja sebagai tim kalau hanya bertemu full secara daring. Dari sinilah, ada hal yang harus kami tekankan sebelum kita memulai pekerjaan kami, yaitu adalah memaksimal bonding tim (hubungan internal) walaupun kita akan bekerja secara daring, kami berusaha untuk melakukan komunikasi secara personal diluar pekerjaan untuk membuat hubungan kami lebih kuat.

Karena kami percaya, dengan hubungan yang kuat merupakan sumber dari sebuah tim yang sukses

WHAT is TEAM DYNAMIC?

Mungkin sebelum kita beralih ke pengertian dari team dynamic, kita harus mengetahui dahulu apa itu sebenarnya pengertia dari sebuah Team?

Berdasarkan kamus merriam-webster,

Team: a number of persons associated together in work or activity: such as a group on one side

Berdasarkan definisi diatas, kita bisa menggambarkan tim seperti sebuah tim olahraga, spesifiknya tim sepak bola. Sebuah tim sepak bola bermain sebagai tim melawan tim lainnya dan bekerja sebagai tim untuk memenangkan sebuah pertandingan. Untuk memenangkan sebuah pertandingan mereka harus bekerja sebagai tim bukan sebagai individu saja. Dari sini kita bisa menghubungkan apa itu Team Dynamic.

Menurut rallybright,

Team dynamics describes the behavioral relationships between the members of a group. The dynamic between them includes how they interact, communicate and cooperate with one another. How well your team is able to do these things directly influences what it can accomplish.

Dari pengertian diatas kita bisa ambil kesimpulan bahwa team dynamic adalah suatu faktor psikologis yang bisa mempengaruhi keinginan dan kemampuan seseorang untuk bekerja di dalam tim. Disini team dynamic berpusat pada bagaimana kita bisa membangun suasana dimana semua orang bisa merasa nyaman dan bekerja secara maksimal dalam suatu tim.

sumber: https://www.hfi.com/teametric

HOW to build TEAM DYNAMIC?

Proses belajar untuk bekerja sama secara efektif ini dikenal sebagai tahap dari team dynamic. Bruce Tuckman, seorang psikolog pendidikan, mengidentifikasi proses pengembangan lima tahap yang diikuti sebagian besar tim untuk menjadi berkinerja tinggi.

  • Forming stage

Forming stage melibatkan periode orientasi dan berkenalan. Ketidakpastian tinggi selama tahap ini, dan orang-orang mencari kepemimpinan dan otoritas. Sebagian besar interaksi bersifat sosial saat anggota saling mengenal.

  • Storming stage

Storming stage adalah tahap yang paling sulit dan kritis untuk dilalui. Ini adalah periode yang ditandai oleh konflik dan persaingan ketika kepribadian individu muncul. Kinerja tim sebenarnya bisa menurun pada tahap ini karena energi dimasukkan ke dalam aktivitas yang tidak produktif.

  • Norming stage

Jika tim berhasil melewati storming stage, konflik diselesaikan dan tingkat persatuan muncul. Dalam tahap norming, konsensus berkembang seputar siapa pemimpin atau pemimpin, dan peran anggota individu. Perbedaan antarpribadi mulai terselesaikan, dan rasa kohesi dan persatuan muncul.

  • Performing stage

Dalam performing stage, konsensus dan kerjasama telah terjalin dengan baik dan tim yang matang, terorganisir, dan berfungsi dengan baik. Ada struktur yang jelas dan stabil, dan anggota berkomitmen pada misi tim. Masalah dan konflik masih muncul, tetapi ditangani secara konstruktif.

  • Adjourning stage

Di adjourning stage, sebagian besar tujuan tim telah tercapai. Penekanannya adalah pada menyelesaikan tugas akhir dan mendokumentasikan upaya dan hasil. Saat beban kerja berkurang, anggota individu dapat dipindahkan ke tim lain, dan tim dibubarkan. Mungkin ada penyesalan saat tim berakhir, jadi pengakuan seremonial atas kerja dan kesuksesan tim dapat membantu.

Disaat ini tim proyek PPL saya berada pada tahap performing stage dimana kita sedang mengalami struggle secara bersama — sama. Kita masih me-maintain hubungan internal satu sama lain dengan kegiatan diluar yang ada hubungannya dengan pengerjaan proyek walaupun bertemu secara daring. Kita juga suka untuk melakukan update melalui platform social media kami yaitu instagram, seperti dibawah ini.

Ini update mengenai kegiatan kami yaitu bertemu via video call, kami disini mengobrol mengenai kegiatan diluar pekerjaan proyek. Hal — hal seperti ini yang bisa menjadi usaha untuk membentuk team dynamic yang maksimal.

Team Slogan

Untuk membuat keterikatan satu sama lain diantara tiap anggota, kami mempunyai tim slogan yang selaras dengan karakter kami dalam melakukan proyek ppl ini, yaitu adalah VAMOS!, nama ini kami gunakan juga sebagai nama tim, agar slogannya ini selalu teringat oleh masing — masing dari kami. VAMOS memiliki ‘Ayo’ atau ‘Ayo semangat!’, sejalan dengan motivasi dari tiap pekerjaan yang kami lakukan agar selalu bersemangat walapun banyak tantangan yang akan kami hadapi kedepannya dalam mencapai tujuan kami dalam proyek PPL.

Team Capacity Building

Keberhasilan bagi individu yang berorientasi pada tujuan bergantung pada tim dan jaringan orang yang berkolaborasi untuk memecahkan masalah dan memicu perubahan. Seringkali, hanya satu orang yang berfungsi sebagai katalisator, percikan awal. Namun, upaya untuk melakukan hal-hal besar di ruang sosial pada akhirnya membutuhkan kepercayaan orang lain untuk membantu menanggung beban — dengan demikian, menciptakan lingkungan di mana orang diberdayakan untuk membuat keputusan dan mengambil tindakan. Untuk meningkatkan pengetahuan, informasi, hard skill dan juga soft skill, kami membutuhkan beberapa kegiatan untuk mendukung kami dalam Team Capacity Building. Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan untuk peningkatan kapasitas tim kami dan akan kami bahas satu per satu.

sumber: https://rankandfilemag.com/issue-7/personal-capacity-building/

Growing Leadership

Memahami keadaan Anda sendiri terlebih dahulu, dan kemudian mampu melihat dan memahami keadaan orang-orang di sekitar Anda, memungkinkan Anda untuk bertemu dengan mereka di mana mereka berada dan memimpin dengan cara yang paling efektif.

Sense of Connectedness

Keterhubungan bukan hanya tentang jaringan. Ini tentang benar-benar mengelilingi diri Anda dengan hubungan yang melayani Anda, baik secara pribadi maupun dalam bisnis Anda, dan dengan orang-orang yang dapat diandalkan sebagai orang kepercayaan, sekutu, dan mentor. Keterhubungan adalah tentang menyelaraskan lingkaran pribadi dan profesional Anda serta menjadi otentik.

Growth of Confidence

Kami semua memiliki kepercayaan diri. Seperti yang dikatakan Servane, “Ada area dalam hidup Anda di mana Anda bergoyang, dan area lain di mana Anda payah.” Keyakinan adalah mata uang yang tidak stabil, jelasnya. Itu berarti satu hal bagi satu orang dan sesuatu yang sama sekali berbeda bagi orang lain. “Kita harus melepaskan asumsi bahwa kita tidak percaya diri pada apapun. Ini seharusnya tidak mendefinisikan kita. Kami harus lebih fokus pada kepercayaan yang kami miliki di area tertentu dan menirunya di mana pun kami pikir kami gagal. ”

Increasing Sustainability

Penting untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memaksimalkan sumber daya Anda sendiri, baik secara pribadi maupun profesional, sambil tidak membahayakan. Memahami apa yang diperlukan secara finansial, emosional dan sebaliknya untuk mempertahankan hidup dan bisnis Anda membantu Anda memprioritaskan saat menggunakan sumber daya Anda, yang pada akhirnya melindungi Anda dari membuat keputusan yang kurang tepat yang dapat mengakibatkan efek domino.

Sense of Learning

Memahami bagaimana Anda dapat mengelola bidang keterampilan Anda dan menerapkannya untuk mengembangkan diri Anda dan orang lain sangatlah penting. Sama pentingnya untuk mempertahankan bidang pengetahuan Anda dan untuk dapat mentransfer pengetahuan itu.

Kami sangat berterima kasih dengan daily meeting yang diadakan tiap minggunya dengan seluruh anggota tim kami dengan scrum master dan product owner. Pertemuan ini sangat mendorong kami untuk menjadi anggota tim yang lebih lagi secara personal dan membangun hubungan tim yang lebih kuat dengan berkomunikasi secara terbuka terhadap kendala — kendala yang kami temukan dalam pengerjaan proyek. Hal — hal yang tidak berkaitan dengan proyek kami juga sering dibahas di pertemuaan ini, untuk meningkatkan hubungan internal antar di tim kami maupun dengan scrum master dan product owner kami.

Servant Leader

sumber: https://www.fool.com/the-blueprint/servant-leadership/

Berdasarkan inventopedia,

Servant leadership is a leadership style and philosophy whereby an individual interacts with others — either in a management or fellow employee capacity — to achieve authority rather than power. The system embodies a decentralized organizational structure. Leaders who follow this style include customer-facing employees in company decision-making. These employees have a close relationship with the consumer and can make better decisions to retain those customers and acquire new ones.

Dari penjelasan diatas, kita bisa menyimpulkan servant leader ke dalam bentuk poin — poin berikut:

  • Servant leadership berusaha untuk mengalihkan interaksi manajemen dan personel dari aktivitas pengendalian dan menuju hubungan sinergis.
  • Tokoh otoritas dalam lingkungan kepemimpinan yang melayani berusaha untuk mempromosikan inovasi, memberdayakan karyawan, dan menjamin kesejahteraan orang-orang di sekitar mereka.
  • Servant leadership juga bertujuan untuk mengembangkan kualitas kepemimpinan dalam diri orang lain.
  • Gaya kepemimpinan ini mengharuskan individu untuk menunjukkan karakteristik seperti empati, mendengarkan, penata layanan, dan komitmen terhadap pertumbuhan pribadi orang lain.
  • Servant leadership tidak cocok untuk semua situasi. Seorang komandan militer harus mengambil otoritas penuh untuk membuat keputusan hidup dan mati dengan cepat.

Kesimpulan

Membangun Team Dynamic yang maksimal merupakan fondasi utama dalam pembentukan tim yang sukses dalam pengerjaan proyek. Bagaimana kita bisa bekerja dengan maksimal untuk mencapai target yang kita inginkan jika hubungan internal satu sama lain antar anggota tim saja tidak baik. Hubungan internal tim harus dibangun sejak dini sebelum memulai pengerjaan proyek apapun bentuknya. Hal ini sangat mendasar demi keberhasilan long-term.

That’s all! Thanks for your time in reading this article!

To connect with me, you can connect with my LinkedIn

REFERENCES

--

--

--

Love podcasts or audiobooks? Learn on the go with our new app.

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store
Muhammad Iqbal Wijonarko

Muhammad Iqbal Wijonarko

More from Medium

Agile Estimation — 5 Ways Estimates w/out Priority Fail

Understanding TOGAF ADM Phase A (Part 4 of 4) — Statement of Architecture Work

New To Scrum? Here Are Some Tips

A small whiteboard with the word Scrum written in blue, three green checkboxes with green checkmarks and next to each checkbox is a red question mark, totaling three question marks. This sits on top of a metal laptop and a black keyboard, which are all on top of a wooden desktop.

8 Best Moments of OutSystems Engineering in 2021